5 Kekurangan BI Fast: Perbedaan, Layanan & Lama Transaksi

Kekurangan BI Fast – Bank Indonesia mengeluarkan platform pembayaran terbaru bernama BI Fast atau BI Fast Payment dimana menawarkan fasilitas untuk pembayaran retail dengan cepat dan murah. Kemunculan BI Fast memang akan semakin memudahkan aktivitas transaksi seluruh nasabah lembaga perbankan di Indonesia.

Sebagai nasabah memang kita wajib taju kelebihan dan kekurangan BI Fast sebagai bahan pertimbangan dalam menggunakannya. Jika dibandingkan dengan transfer kliring berapa lama memang BI Fast lebih diunggulkan kecepatannya. Disamping itu tarifnya juga murah, per transaksi dikenakan Rp.2500.

Jika dari sisi kelebihannya memang sudah banyak dibahas, namun bagaimanakah dengan kekurangan BI Fast? Pada dasarnya BI Fast memang jadi pengganti SKNBI/Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia dimana membawa cukup banyak perubahan termasuk sistem end to end. Meski begitu karena termasuk baru maka masih ada kekurangan yang wajib untuk kalian tahu.

Semenjak BI Fast diterapkan maka banyak orang penasaran dengan bagaimana dengan penggunaannya secara langsung. Memang sebagai konsumen memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan terbaik, namun dari sisi teknis masih ada beberapa kekurangan dimana bisa dijadikan referensi. Untuk pembahasan mengenai kekurangan BI Fast silahkan simak penjelasan dibawah ini.

Kekurangan BI Fast

Karena masih termasuk baru maka sistemnya belum 100% bekerja secara maksimal. Disamping itu belum semua bank setuju untuk bergabung dan menerapkan sistem pembayaran menggunakan BI Fast. Dengan beberapa layanan yang disediakan beberapa orang justru merasa diawasi karena semua data transaksinya akan masuk kedalam pemerintah.

Kebebasan dalam dunia perbankan juga sedikit banyaknya akan berkurang karena pemerintah bisa saja menggunakan data riwayat transaksi orang tertentu. Tak heran jika kekurangan BI Fast masih ada dan sebagian orang lebih memilih untuk menggunakan sistem transfer realtime online seperti sebelumnya.

1. Limit BI Fast

Limit BI Fast memang cukup besar karena dari sekali transaksi bisa kirim uang maksimal Rp.250.000.000. Namun jika konsumen membutuhkan nominal transfer lebih besar maka tidak dapat dilayani. Secara otomatis pilihan yang diambil adalah kliring dimana mencapai 1 milyar rupiah sekali transaksi.

Oleh karena itu dari sisi limit transfer memang masih jadi kekurangan BI Fast. Namun jika kalian membutuhkannya untuk transaksi kecil maka limitnya lebih dari cukup. Jadi tergantung pilihan kalian ingin menggunakan sistem transaksi yang mana.

2. Waktu Layanan BI Fast Dibatasi

Memang BI Fast menjanjikan akses layananya bisa 24 jam dalam 7 hari, namun kenyataannya pada beberapa Bank dibatasi. Semisal pada jam jam tertentu terutama setelah maghrib biasanya transfer BI Fast akan sulit dilakukan bahkan mengalami kegagalan.

Penyebabnya karena memang layanan BI Fast belum sepenuhnya terintegrasi dengan semua Bank di Indonesia. Jadi ini jadi kekurangan BI Fast yang harus diperbaiki supaya pelanggan dapat mengakses layanannya kapanpun dibutuhkan. Khususnya layanan BI-RTGS serta SKNBI dimana hanya bisa diakses jam 06.30 sampai 16.30 saja.

3. Dukungan Bank Transfer BI Fast

Kemudian kekurangan BI Fast berikutnya adalah belum semua Bank yang ada di Indonesia bekerjasama dan menggunakan layanannya. Memang beberapa bank seperti BTPN, BCA, HSBC, Mandiri, BRI, BNI, Muamalat serta CIMB Niaga sudah tergabung kedalam peserta BI Fast.

Namun nyatanya masih ada beberapa lembaga perbankan lain yang belum bergabung. Termasuk dalam kekurangan BI Fast karena nasabah dari bank bersangkutan belum dapat menggunakan semua jenis layanannya.

4. Sering Maintenance

Kekurangan selanjutnya adalah seringnya terjadi maintenance atau perbaikan dimana mengakibatkan banyak orang tidak bisa menggunakannya. Maklum karena masuk termasuk layanan baru, namun seringkali offline dan bahkan membuat transaksi pelanggan menjadi gagal.

5. Layanan Pembayaran

Kemudian untuk layanan pembayarannya memang berfokus pada transfer debit serta kredit. Kemudian untuk virtual account, kartu kredit serta berbagai macam dompet digital belum bisa menggunakan BI Fast.

Kemudian kalian juga hanya bisa menggunakan sistemnya melalui lembaga perbankan. Lalu sistem pembayaran ATM, EDC serta QR juga belum diterapkan sehingga pengguna memang hanya terbatas pada aktivitas transfer saja.

Perbedaan BI Fast dan Realtime Online

Kemudian untuk perbedaan BI Fast dan transfer online pertama dari sisi biaya transaksi. BI Fast senilai Rp.2500 sedangkan realtime online lebih mahal dengan Rp.6500. Lalu fasilitas BI Fast juga lebih baik karena dibekali Fraud Detection, AML/Anti Money Laundering, CFT/Countering Financing of Terrorism serta Proxy Address.

Berikutnya BI Fast memiliki limit Rp.250.000.000 sedangan relatime online Rp.25.000.000 per transaksinya. Jadi secara langsung BI Fast lebih baik dibandingkan realtime online namun masih ada beberapa kelemahan yang sudah kami bahas diatas. Kemudian untuk status transaksinya juga akan sama, bisa dilihat juga dari contoh rekening koran BCA maupun bank lainnya.

Apakah Transfer BI Fast Langsung Sampai?

Untuk BI Fast memang akan langsung sampai, namun untuk layanan SKNBI serta BI-RTGS akan membutuhkan waktu antara 2 sampai dengan 3 hari kerja. Jadi kamu utamakan menggunakan layanan BI Fast transfer dari berbagai lembaga perbankan.

Pada dasarnya kekurangan BI Fast memang tidak begitu banyak sehingga dapat diterima semua kalangan. Meskipun memang ada beberapa fitur dan fasilitas yang dirasa kurang namun tetap BI Fast jadi rekomendasi ketika bertransaksi.

Kesimpulan

Dari pembahasan kekurangan BI Fast diatas kamu bisa menimbang apakah cocok atau tidak menggunakan layanannya. Meskipun tarifnya murah namun ada beberapa hal yang harus dikompromikan misalnya limit, waktu layanan bahkan sampai dukungan bank.

Meski begitu kekurangan BI Fast tidak menghentikan minat orang menggunakannya mengingat bisa menghemat pengeluaraan dari potongan. Demikan ulasan dari rkonline.id, semoga memudahkan kamu dalam mengenal serta memilih menggunakannya.

Laksono

Seorang Karyawan Bank di Salah Satu Bank Swasta Ternama di Indonesia. Dan Sekarang Sedang Melanjutkan Kuliah Magister di Perguruan Tinggi Swasta. Selain Aktif Menjadi Penulis di RKOnline.id, Saya Juga Sering Posting di Beberapa Forum Perbankan Terkenal di Indonesia.

Related Articles