Biaya Transaksi Mesin EDC Mandiri, BNI, BRI, BCA 2022

Biaya Transaksi Mesin EDC – Sebagian besar orang pastinya pernah melihat mesin Electronic Data Capture atau sering disebut EDC. Mesin EDC menjadi alat transaksi yang memudahkan berbagai jenis pembayaran. Cara kerjanya kurang lebih sama dengan mesin ATM yaitu gesek ataupun memasukkan kartu kredit serta debit.

Ketika menggunakan fasilitasnya kalian akan dikenakan biaya transaksi mesin EDC sesuai ketentuan setiap Bank. Pada umumnya biaya transaksi mesin EDC akan mengambil prosentase dari total pembayaran yang dilakukan. Sebelumnya kami sudah membahas arti reversal dalam mesin EDC BRI dimana sering terjadi dan menyebabkan kegagalan transaksi.

Citayam

Bank Indonesia memang sudah menetapkan sistem GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) dimana harus didukung oleh seluruh Bank yang menjalankan operasionalnya di tanah air. Akibatnya semua lembaga perbankan mengenakan biaya transaksi bagi tiap merchant ataupun toko yang menggunakan fasilitas mesin EDC.

Setiap Bank memang akan menerapkan besaran biaya transaksi berbeda sehingga mungkin bagi pelanggan baru cukup membingungkan. Terlebih dengan adanya ketentuan prosentase berdasarkan nominal transaksi dimana perhitungannya tidak sama. Oleh karena itu bagi yang akan bertransaksi dimerchant maka alangkah baiknya simak biaya transaksi mesin EDC dan penjelasannya sebagai berikut.

Biaya Transaksi Mesin EDC

Baik biaya transaksi mesin EDC Mandiri ataupun bank lainnya akan memiliki kebijakan tersendiri. Untuk biayanya memang wajib diketahui tak hanya bagi konsumen namun jugva bagi pemilik usaha. Dengan menghitung biaya admin maka akan lebih jelas keuntungan ataupun rugi yang didapatkan pada sebuah merchant.

Lantas bagaimana dengan biaya transaksi EDC beda Bank? Layaknya sistem transfer tiap lembaga perbankan sudah menentukan besaran biayanya. Hal ini memudahkan kartu debit ataupun kredit dipakai pada mesin EDC Bank lainnya.

Biaya Transaksi Mesin EDC BCA

Pengguna mesin EDC BCA memang cukup banyak di Indonesia sehingga semakin emudahkan sistem pembayaran. Kemudian EDC BCA juga dapat menerima banyak jenis transaksi sesuai dengan kartu apa yang digunakan. Bank BCA juga menggunakan sistem Merchant Discount Rate atau MDR dimana merchant dikenakan biaya sebagai berikut.

Fasilitas Perbankan BCABiaya Admin
Mesin EDC Fixed LineRp.100.000/bulan
Mesin EDC GPRSRp.125.000/bulan
Mesin EDC GPRS MobileRp.125.000/bulan
American Express/Amex3,25%
BCA Card1,5%
Debit BCA0,15%
Debit Domestik Bank Lain1%
Debit Maestro2%
FlazzGratis
Japan Credit Bureau/JCB2%
Merchant Bantuan SosialGratis
Merchant Pendidikan0,75%
Merchant SPBU0,5%
Mastercard2%
UnionPay/UP2%
Visa2%
Transaksi QRIS kategori Merchant Usaha Kecil, Menengah & Besar0,7%
Transaksi QRIS Merchant SPBU0,4%
Transaksi QRIS kategori Merchant khusus Bantuan SosialGratis
Transaksi QRIS kategori Merchant Pendidikan0,6%
Transaksi QRIS kategori Merchant Usaha MikroGratis

Biaya Transaksi Mesin EDC Mandiri

Kemudian Mandiri menawarkan sistem penerapan biaya yang dapat ditentukan sendiri oleh merchant. Kisaran nilai yang diberikan adalah 1,5% sampai dengan 3% dari nominal transaksinya. Potongan ini dibebankan kepada konsumen dimana bertujuan untuk late settlement ataupun perawatan mesin.

TransaksiBiaya
Gagal transaksi karena salah input PIN mesin EDCRp.5000
Transaksi antar Bank HimbaraRp.4000
Transaksi Online Bank LainRp.6500
Merchant EDC1,5% – 3%

Biaya Gesek Debit BRI & Kartu Kredit

Kemudian untuk biaya transaksi mesin EDC juga akan mengikuti aturan MDR dimana harus ditanggung merchant. Bagi konsumen biaya akan dibedakan berdasarkan fasilitas perbankan yang digunakan. Menggunakan sistem prosentase dari jumlah transaksi dimana gratis jika memakai fasilitas debit BRI.

TransaksiBiaya
BRIZZIRp.0
Debit BRIRp.0
Kartu Kredit BRI1,5%
Kartu Kredit Bank Lain (Visa atau MasterCard)1,8%
Layanan MMBCRp.600.000

Biaya Transaksi Mesin EDC BNI

BNI juga menerapkan sistem biaya MDR dimana dibebankan untuk pelaku usaha. Jadi saat transaksi mesin EDC dilakukan maka akan muncul besaran biaya berdasarkan persentase nominal totalnya. Hal ini berlaku untuk pengguna semua jenis kartu dari Bank BNI ataupun Bank lain di mesin EDC BNI.

TransaksiBiaya
Kartu Debit Bank Lain1%
Kartu Debit BNI0,15%
Kartu Kredit Bank Lain2%(Negotiable)
Kartu Kredit BNI2%(Negotiable)
LinkAja1%
TapCash1%

Limit Transaksi Mesin EDC

Sebelumnya kami sudah membahas cara mengatasi alert irruption pada mesin EDC dimana harus dilakukan pergantian. Lantas berapa limit maksimal mesin EDC? Setiap lembaga perbankan akan memiliki aturan limit transaksi berbeda dimana pada umumnya dibedakan berdasarkan jenis kartunya. Untuk kartu silver memiliki limnit paling kecil dan platinum paling besar.

Kemudian terdapat fasilitas perbankan lain dimana menawarkan nilai limit berbeda. Pada umumnya limit transaksi dapat dijumpai pada aktivitas pembayaran menggunakan PIN ataupun signature/tanda tangan. Kemudian tiap jenis kartu juga akan dibekali dengan kemampuan transaksi berbeda, lebih jelasnya simak dibawah ini.

Jenis Mesin EDCBiaya Transaksi
MandiriSilver GPN : Rp.25.000.000
Silver Visa, Gold Visa & Gold GPN : Rp.25.000.000
Gold Visa, Gold GPN : Rp.50.000.000
Platinum Visa & GPN: Rp.100.000.000
Gold Bisnis : Rp.25.000.000
Platinum Bisnis: Rp.200.000.000
Mandiri Prioritas : Menyesuaikan Saldo
Simpel : Rp.1.000.000
TabMU : Rp.25.000.000
BCAPaspor Debit Blue : Rp.50.000.000
Paspor Debit Gold : Rp.75.000.000
Paspor Debit Platinum : Rp.100.000.000
Xpresi : Rp.25.000.000
Tapres BCA : Rp.75.000.000
BRIBritama Classic(Signature) : Rp.2.000.000
Britama Classic(PIN) : Rp.10.000.000
Britama Gold(Signature) : Rp.5.000.000
Britama Gold(PIN) : Rp.20.000.000
Britama Bisnis(Signature) : Rp.50.000.000
Britama Bisnis(PIN) : Rp.50.000.000
Simpedes(Signature) : Rp.1.000.000
Simpedes(PIN) : Rp.10.000.000
Junio(Signature) : Rp.2.000.000
Junio(PIN) : Rp.10.000.000
BNITaplus : Rp.100.000.000
Silver : Rp.10.000.000
Gold : Rp.50.000.000
Platinum : Rp.100.000.000

Kesimpulan

Memang mesin EDC bca dapat menerima transaksi dengan kartu debit, kredit bahkan sampai QR kode. Hal tersebut juga dimiliki oleh mesin dari berbagai bank lainnya dimana semakin memudahkan sistem pembayaran. Dengan mengetahui biayanya kalian dapat dengan mudah memperhitungkan pengeluaran serta komplain apabila tagihannya tidak sesuai.

Kemudian biaya mesin EDC memang ditentukan oleh tiap Bank dimana kebijakannya diambil berdasarkan aturan Bank Indonesia. Sekian pembahasan rkonline.id, baik sebagai pemilik merchant ataupun konsumen memang dibebankan biaya admin sehingga wajib tahu supaya tidak mengalami kerugian.

Laksono

Seorang Karyawan Bank di Salah Satu Bank Swasta Ternama di Indonesia. Dan Sekarang Sedang Melanjutkan Kuliah Magister di Perguruan Tinggi Swasta. Selain Aktif Menjadi Penulis di RKOnline.id, Saya Juga Sering Posting di Beberapa Forum Perbankan Terkenal di Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.