Apa Itu KUR Dalam Bank : Jenis, Syarat & Cara Pengajuan

Apa Itu KUR Dalam Bank – Sebagaimana diketahui, usaha rakyat menang sudah semestinya didukung, dibantu serta diberikan ruang seluas-luasnya oleh pemerintah maupun negara. Pasalnya, keberadaan bisnis rakyat tersebut mampu menopang ekonomi nasional serta bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain.

Salah satu cara alternatif pemerintah sebagai upaya untuk mendukung dan meningkatkan akses usaha rakyat yaitu dengan menyediakan sumber pembiayaan. Oleh sebab itu, saat ini pemerintah menerbitkan sebuah produk bernama Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang disalurkan melalui pihak perbankan.

Dimana Kredit Usaha Rakyat ini merupakan sebuah produk pembiayaan yang diberikan oleh pemerintah melalui pihak bank kepada para pelaku UMKMK ataupun badan koperasi. Tentunya dengan hadirnya KUR tersebut semakin memudahkan masyarakat dalam mengembangkan bisnis mereka, terutama di sektor usaha produktif.

Meskipun KUR sudah diterbitkan cukup lama, namun masih ada sebagian besar orang di luar sana belum paham benar mengenai pengertiannya. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara lengkap terkait apa itu KUR dalam bank mulai dari tujuan, apa saja jenisnya hingga prosedur pengajuannya.

Apa Itu KUR Dalam Bank ?

Apa Itu KUR di Dalam Bank

Sebelum pembahasan mengenai prosedur pengajuan KUR berlanjut, ada baiknya pahami terlebih dahulu apa itu KUR dalam bank. Kredit Usaha Rakyat (KUR) ialah suatu layanan hutangan atau pinjaman yang diterbitkan oleh pemerintah melalui pihak perbankan kepada para masyarakat sebagai media penyalurnya.

Sejumlah bisnis yang diharapkan menggunakan KUR sendiri yaitu sebenarnya mencakup keseluruhan bentuk usaha, khususnya bisnis bergerak di sektor produktif seperti pertanian, perindustrian, perikanan dan kelautan, kehutanan serta jasa keuangan simpan pinjam.

Tujuan KUR Dalam Bank

Tujuan KUR Dalam Bank

Seperti dijelaskan sebelumnya, KUR diterbitkan untuk memberdayakan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK), menciptakan lapangan pekerjaan baru hingga menanggulangi kemiskinan. Tentunya beberapa pihak bank di Indonesia berperan penting dalam penyaluran produk pinjaman tersebut.

Selain itu, pemerintah dalam bekerja sama dengan bank juga memiliki beberapa kebijakan pengembangan serta pemberdayaan di dalam produk KUR. Adapun beberapa kebijakan dan pengembangan tersebut diantaranya yaitu seperti di bawah ini.

  • Pengembangan atau peningkatan kewirausahaan.
  • Peningkatan akses terkait sumber pembiayaan.
  • Peningkatan pasar layanan UMKM.
  • Sebagai bentuk reformasi regulasi dari UMKM.

Jenis KUR Dalam Bank

Jenis KUR Dalam Bank

Setelah mengetahui apa itu KUR dalam bank beserta tujuannya, selanjutnya kalian juga harus mengerti apa saja jenis-jenis KUR dalam bank. Perlu diketahui, pihak bank di Indonesia secara umum memberlakukan perhitungan suku bunga sebesar 6% per tahunnya dengan plafon maksimal Rp 200 juta.

Sementara untuk jenis KUR dalam perbankan sendiri saat ini tersedia menjadi 4 kategori, yaitu KUR Mikro, KUR Ritel, KUR Penempatan TKI serta KUR Khusus. Agar lebih jelasnya, simak baik-baik penjelasan masing-masing jenis KUR dalam bank di bawah ini.

1. KUR Mikro

Jenis KUR dalam bank pertama yang diterbitkan oleh pemerintah yaitu KUR Mikro. KUR Mikro merupakan bentuk pinjaman yang terfokus pada bisnis kecil skala mikro dengan permodalan atau pembiayaan maksimal Rp 25 juta.

2. KUR Ritel

KUR Ritel umumnya dibangun oleh kalangan menengah yang mempunyai kemampuan membayar angsuran cicilan dengan perhitungan bunga flat ataupun anuitas setara. Dimana besaran pinjaman KUR Ritel dalam bank sendiri maksimal sebesar Rp 500 juta.

3. KUR Penempatan TKI

Jenis selanjutnya yaitu KUR Penempatan TKI. Dimana KUR Penempatan TKI merupakan bentuk bantuan pembiayaan dari pemerintah melalui bank kepada para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. KUR jenis ini memiliki plafon pinjaman maksimal sebesar Rp 25 juta.

4. KUR Khusus

Sedangkan KUR Khusus ialah permodalan diperuntukkan bagi komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat hingga perikanan rakyat. KUR Khusus diterbitkan dengan plafon mulai dari Rp 25 juta serta maksimal Rp 500 juta, baik itu bagi individu maupun anggota kelompok.

Kriteria Penerima KUR Dalam Bank

Kriteria Penerima Kredit Usaha Rakyat

Mungkin kriteria penerima KUR dalam perbankan akan sedikit berbeda dengan produk KREDIT TANPA AGUNAN atau KTA. Namun, secara garis besar semua pelaku UMKM bisa memanfaatkan layanan KUR ini. Berikut adalah beberapa kriteria penerima KUR dalam bank.

  • Pemilik usaha mikro, kecil serta menengah.
  • Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
  • Calon tenaga kerja magang di luar negeri.
  • Berkedudukan sebagai keluarga dari karyawan berpenghasilan tetap atau memiliki pekerjaan sebagai TKI.
  • TKI memiliki pengalaman bekerja di luar negeri.
  • Pekerja terkena PHK dari perusahaan.
  • Pelaku UMKM di wilayah perbatasan dengan negara tetangga.
  • Kelompok bisnis seperti KUBE (Kelompok Usaha Bersama), Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani dan Nelayan serta kelompok lainnya.

Syarat Pengajuan KUR Dalam Bank

Syarat Pengajuan KUR Dalam Bank

Setelah mengetahui apa saja kriteria penerima KUR dalam bank, selanjutnya kalian juga harus memahami apa saja syarat beserta ketentuan pengajuannya. Tentunya syarat dan ketentuan tersebut harus dipenuhi oleh pemohon supaya proses pengajuan bisa disetujui dan diterima.

Syarat utama dalam pengajuan KUR dalam bank yaitu nasabah berkedudukan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) serta memiliki bisnis yang telah berjalan beberapa bulan. Selain itu, di bawah ini adalah beberapa syarat dokumen atau berkas pendukung lainnya dalam pengajuan KUR di perbankan.

1. Perorangan

  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi Kartu Keluarga.
  • Fotokopi surat nikah (khusus bagi calon debitur yang sudah menikah).
  • Surat izin usaha (SIUP/TDP/SITU/HO).
  • Surat keterangan usaha dari kelurahan ataupun kecamatan.
  • Fotokopi jaminan untuk pinjaman seperti bukti kepemilikan tanah, IMB, PBB ataupun BPKB (khusus pinjaman di atas Rp 25 juta).
  • Melampirkan NPWP (khusus pinjaman di atas Rp 50 juta).

2. Badan Usaha

  • Fotokopi KTP dan KK penanggung jawab.
  • Surat izin usaha (SIUP/TDP/SITU/HO).
  • Surat keterangan usaha dari kelurahan ataupun kecamatan.
  • Fotokopi jaminan untuk pinjaman seperti bukti kepemilikan tanah, IMB, PBB ataupun BPKB (khusus pinjaman di atas Rp 25 juta).
  • Melampirkan NPWP (khusus pinjaman di atas Rp 50 juta).

Cara Pengajuan KUR Dalam Bank

Cara Pengajuan Kredit Usaha Rakyat

Di atas sudah dijelaskan secara lengkap mengenai apa itu KUR dalam bank dilengkapi tujuan, jenis, kriteria penerima pinjaman hingga syarat pengajuannya. Nah, di bawah ini juga akan kami berikan bagaimana tata cara pengajuan fasilitas KUR di pihak perbankan.

Hampir semua pihak perbankan di Indonesia sudah menyediakan layanan Kredit Usaha Rakyat, baik itu bank BUMN, swasta, komersil, BPR maupun bank daerah. Namun, rata-rata semua pihak perbankan seperti Bank BRI, BNI, Mandiri BTN dan lain sebagainya hanya menyediakan fasilitas pembukaan KUR secara offline.

Dengan kata lain, pembukaan KUR dalam bank saat ini bisa nasabah lakukan dengan cara mengunjungi kantor cabangnya secara langsung. Daripada penasaran, langsung saja perhatikan baik-baik apa saja tahapan-tahapan pengajuan KUR dalam perbankan.

  1. Setelah semua syarat dokumen sudah siap, silahkan kunjungi bank penyalur KUR.
  2. Silahkan ambil nomor antrean di customer service.
  3. Setelah tiba giliran, silahkan utarakan maksud dan tujuan untuk mengajukan KUR.
  4. Nantinya kalian akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan KUR, baik itu untuk perorangan ataupun kelompok.
  5. Setelah semua formulir pembukaan KUR terisi, silahkan serahkan kembali bersamaan dengan dokumen persyaratannya.
  6. Setelah itu, bank biasanya akan melakukan survei terhadap bisnis kalian disertai wawancara guna menganalisis pengetahuan serta karakter calon debitur.
  7. Jika memang calon debitur layak mendapatkannya maka pihak bank akan segera memproses pencairan dananya.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas bisa diambil kesimpulan bahwa KUR bisa diajukan baik itu bagi perorangan maupun anggota kelompok. Menariknya lagi, di Indonesia sendiri saat ini hampir semua pihak bank sudah menyediakan fasilitas pinjaman tersebut, baik itu dari bank BUMN, swasta, komersil, BPR hingga bank daerah.

Demikian penjelasan seputar apa itu KUR dalam bank mulai dari pengertian, apa tujuannya, apa saja kriteria penerima hingga prosedur pengajuannya versi Rkonline.id. Semoga ulasan di atas bermanfaat serta bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum mengajukan KUR di salah satu pihak perbankan.

Laksono

Seorang Karyawan Bank di Salah Satu Bank Swasta Ternama di Indonesia. Dan Sekarang Sedang Melanjutkan Kuliah Magister di Perguruan Tinggi Swasta. Selain Aktif Menjadi Penulis di RKOnline.id, Saya Juga Sering Posting di Beberapa Forum Perbankan Terkenal di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *