Apa Itu BI Checking : Pengertian, Fungsi, Skor Kredit & Cara Kerja

Apa Itu BI Checking – Kalian pasti mendengar kata kata BI Checking dimana kadang bingung mengetahui apa itu arti dan juga penjelasannya. Mengetahui apa itu BI Checking memang penting terutama ketika pengajuan berbagai jenis cicilan kredit baik di lembaga perbankan, perusahaan keuangan bahkan sampai penyedia pinjaman online.

Saat ini banyak pilihan pinjaman 200 juta tanpa BI Checking sehingga mudah dalam proses pengajuan maupun pencairannya. Namun setelah mengenal apa itu BI Checking tak jarang banyak terjadi penolakan dari beberapa lembaga keuangan karena dibitur dianggap tidak memenuhi syarat.

Memang tidak semua pinjaman online cicilan 12 bulan menggunakan BI Checking sebagai tolak ukur kredit dari peminjam. Mayoritas pinjaman Bank tanpa BI Checking biasanya tidak mengantongi ijin resmi sehingga kita perlu berhati hati saat menggunakan layanannya.

Sesudah mengenal apa itu BI Checking memang banyak membuat orang takut karena tidak semuanya lolos dari daftar hitam ataupun blacklist sehingga berpotensi menghambat pengajuan kredit. Apabila kalian belum mengetahui secara jelas apa itu BI Checking silahkan simak ulasan lengkapnya dibawah ini.

Apa Itu BI Checking

BI Checking adalah informasi riwayat debitur dengan bentuk laporan keuangan yang resmi dikeluarkan Bank Indonesia. Pada BI Checking akan tersimpan semua informasi riwayat pembayaran, identitas debitur,jumlah pinjaman, jaminan, penyedia jasa pembiayaan, penjamin dan juga nilai kredit.

Setelah mengetahui apa itu BI Checking debitur dapat memastikan apakah pembayaran yang dilakukan lancar ataupun macet. BI Checking memiliki fasilitas bernama Sistem Informasi Debitur atau SID dimana mampu menampilkan berbagai informasi lengkap dari debitur.

Namun mulai dari 1 Januari 2018, SID digantikan menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan ataupun disingkat SLIK dimana ditangani langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). SLIK memiliki cakupan data lebih luas dimana termasuk lembaga keuangan dan non lembaga dimana bertindak sebagai pelapor. Pastinya lebih lengkap dibandingkan SID karena hanya menerapkan fiturnya pada lembaga perbankan saja.

Kalian juga pasti sudah mendengar informasi debitur (Ideb) dimana merupakan bagian layanan SLIK BI Checking yang menampung data nasabah. Pada dasarnya memang wewenang BI Checking memang sudah dialihkan ke Otoritas Jasa Keuangan dimana memiliki sistem lebih terintegrasi.

Jadi ketika telah tahu apa itu BI Checking maka sangat penting ketika akan mengajukan KPR, KTA ataupun berbagai bentuk kredit pembiayaan dari semua lembaga yang ada di Indonesia. Tak heran apabila checking menjadi syarat utama pengajuan pinjaman sebagai langkah verifikasi dan pemeriksaan calon debitur.

Sampai saat ini masih banyak orang belum memahami apa itu BI Checking serta kegunaannya sehingga menganggap remeh. Namun apabila diperhatikan akan sangat berpengaruh terutama ketika proses mengajukan hutang ke berbagai perusahaan keuangan.

Fungsi BI Checking

Fungsi utama BI Checking adalah untuk mengetahui riwayat kredit dan kolektibilitas debitur ketika mengajukan pinjaman. Checking menjadi tolak ukur apa peminjam mampu melunasi dan melunasi kredit yang telah diberikan ataupun tidak.

Adanya checking juga untuk menghindari terjadi kredit macet karena pihak penyedia pinjaman dapat memeriksa data identitas debitur, histori kredit, nilai, jumlah hutang dan juga kolektibilitas. Jadi sesudah mengetahui apa itu BI Checking pihak seperti lembaga keuangan, non bank ataupun penyedia pinjaman dapat mengaksesnya selama 24 jam penuh selama terdaftar di Biro Informasi Kredit (BIK).

Jadi cara mengecek BI Checking akan menentukan apa debitur layak mendapatkan kredit berdasarkan pada skor maupun catatan sebelumnya. Besaran nominal pinjamannya juga akan mengikuti penilaian berdasarkan hasil dari BI Checking.

Sampai saat ini nilai credit menjadi penilaian utama apakah seseorang ataupun badan usaha bisa mendapatkan peminjaman uang dari Bank. Misalnya kalian mengajukan KPR maka wajib memiliki riwayat yang baik supaya bisa disetujui dengan mudah.

Tujuan BI Checking

Semua lembaga perbankan maupun keuangan yang sudah terdaftar pada Biro Informasi Kredit dapat mengakses BI Checking untuk menemukan data nasabahnya. Kemudian tiap lembaganya juga memiliki kewajiban untuk melaporkan tiap jenis transaksi yang dilakukan.

Memang proses pengumpulan data dilakukan secara berkala lewat fasilitas website ataupun dokumen laporan sehingga cukup memakan waktu. Lantas apa tujuan dari BI Checking? Lebih jelasnya silahkan simak penjelasanya berikut ini.

  • Untuk sarana pengawasan serta pelayanan informasi keuangan didalamnya termasuk informasi debitur atau iDeb.
  • Laporkan penyediaan dana, informasi agunan maupun data lainnya dimana memiliki keterkaitan langsung dengan perusahaan ataupun lembaga keuangan.
  • Untuk debitur mempermudah pengajuan hutang.
  • Mampu meminimalisir terjadinya kredit bermasalah ataupun Non Performing Loan (NPL).
  • Mendapatkan Informasi Debitur Individual (IDI) sehingga memaksimalkan penyaluran dana secara benar.

Skor Kredit BI Checking

Skor Kredit BI Checking

Memang kini banyak pinjaman online tanpa BI Checking sehinga menyebabkan tidak ada transparansi antara penyedia dan peminjam. Terlebih ada cara kredit mobil tanpa BI Checking dimana cukup beresiko karena bisa saja debitur lepas dari tanggung jawab.

Pada dasarnya BI Checking mampu menampilkan seluruh histori pembayaran yang sudah dilakukan debitur dalam jangka waktu 2 tahun terakhir. Lantas apa penyebab pengajuan ditolak karena alasan Bank Indonesia Checking? Kalian perlu tahu apa itu skor credit dimana mempengaruhi proses verifikasi pinjaman.

Saat ini BI Checking menerapkan 5 jenis skor atau penilaian credit terdapat debitur dimana masing masing memiliki persyaratan tertentu. Supaya lebih jelasnya simak apa itu jenis dari penilaian credit dan juga pembagiannya seperti dibawah ini.

Skor 1 (Kredit Lancar)

Artinya debitur memenuhi semua kewajiban membayar cicilan dan bunga tiap bulan sampai lunas serta tidak menunggak. Menjadi skor sempurna karena kemampuan membayar secara lancar, dapat dipastikan mendapatkan kemudahan ketika pengajuan hutang.

Memang mamahami apa itu BI Checking sangat berguna ketika pemeriksaan dan penyelidikan riwayat. Jadi ketika kamu memiliki skor 1 maka dapat secara bebas memilih penyedia pinjaman baik dari lembaga maupun non keuangan.

Skor 2 (Kredit dalam Perhatian Khusus)

Artinya ada catatan menunggak cicilan mulai dari jangka waktu 1 sampai 90 hari, disebut juga kurang lancar. Kalian masih dapat mengajukan hutang namun dalam prosesnya sedikit dipersulit karena pengaruh catatan keterlambatan pembayaran.

Meskipun begitu banyak skor BI Checking 2 mendapatkan kemudahan terutama pada tunggakan dalam jangka waktu pendek. Memang penyebab dari keterlambatan ada berbagai macam misalnya dana terpakai untuk kebutuhan lain maupun alasan lainnya.

Skor 3 (Kredit Tidak Lancar)

Memiliki arti peminjam tercatat menunggak cicilan mulai jangka waktu 91 hingga 120 hari, disebut juga tidak lancar. Penyebabnya bisa jadi karena mutasi terhambat karena tidak membayar bunga, denda maupun pokok hutang. Pada kategori ini penyedia pinjamannya biasanya menganggap bahwa pelangga bermasalah sehingga cukup sulit mendapatkan hutang.

Meskipun kenyataannya memang cukup sulit namun kalian tetap berkesempatan mendapatkan pinjaman dari beberapa perusahaan. Apabila sudah masuk skor 3 maka lebih baik perbaiki performa pembayaran serta pelunasan supaya BI Checking kembali seperti semula.

Skor 4 (Kredit Diragukan)

Memiliki arti ada catatan tunggakan cicilan mulai dari 121 hingga180 hari dan dianggap diragukan oleh lembaga keuangan. Biasanya terjadi karena ada tanggungan yang belum diselesaiakan, kebanyakan pengajuannya akan ditolak sehingga kalian wajib melakukan cara menghilangkan BI Checking yang jelek.

Apabila mendapat penilaian 4 tandanya memang kamu memang masih diragukan kemampuannya untuk melunasi tagihan. Dalam prosesnya memang masih ada kemungkinan tipis untuk memperoleh dana, namun verifikasinya tergolong jauh lebih ketat.

Skor 5 (Kredit Macet)

Artinya debitur memiliki catatan tunggakan lebih dari 180hari sehingga dianggap macet. Ketika mengajukan hutang akan langsung ditolak setelah lembaga keuangan melihat kreditnya macet, apabila ingin menghilangkannya mkaka harus mengurus secara manual.

Sesudah mengetahui apa itu skor dan juga perhitungannya maka paling mudah mendapatkan hutang mulai dari 1 hingga 3, sedangkankan kategori 4 dan 5 cukup sulit. Memang karena banyaknya debitur yang tidak menyelesaikan tanggung jawabnya menjadikan penyedia layanan tidak ingin mengambil resiko.

Cara Kerja BI Checking

Mengetahui apa itu skor serta penilaian akan sangat penting ketika dilakukan pemeriksaan ataupun penyidikan atas kemampuan debitur. Kemudian untuk cara kerja BI Checking dimulai ketika debitur mengajukan dana pinjam, kemudian pihak penyedia keuangan akan mengakses SLIK untuk mendapatkan datanya.

Setelah mengecek history maka lembaga keuangan akan memperoleh laporan sebagai bahan untuk pertimbangan apakah layak mendapatkan pinjamannya. Ketika peminjam terbukti tidak mengalami macet kreditnya maka kemungkinan besar menyetui permintaannya.

Kemudian dilakukan proses berikutnya ketika sudah melengkapi persyaratan maka debitur akan memperoleh pencairan dana. Pihak penyedia pinjaman wajib melaporkan data transaksinya yang tersimpan sebagai acuan riwayat debitur.

SLIK Checking dapat langsung merekam semua data dengan sistem online sehingga dapat diakses kapanpun dibutuhkan. Baik perseorangan maupun badan usaha akan masuk kedalam data SLIK sehingga mudah mengetahui riwayatnya.

Cara Memeriksa BI Checking

Cara Kerja BI Checking

Kemudian setelah tahu apa itu fungsi dan mempertahankan skor kalian juga wajib memeriksa secara langsung penilaian credit. Kini tak hanya anggota BIK, layanan SLIK dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat sehingga mampu memenuhi semua kebutuhan.

Perlu diperhatikan bahwa cetak dokumen BI Checking gratis kemudian hanya memakan waktu 5 sampai dengan 15 menit saja. Cukup sebentar bukan? Terlebih pelayanan yang diberikan juga maksimal sehingga petugas memberikan bantuan langsung.

Jika memilih pengecekan melalui kantor maka pastikan datang sendiri dan tidak boleh diwakilkan supaya proses berjalan lancar. Karena jika diwakilkan maka akan kesulitan ketika proses verifikasi apabila ada kesalahan transaksi ataupun pencatatan.

Kalian dapat melakukan pengecekan secara online maupun offline dengan memenuhi semua persyaratannya. Kebutuhan checking memang penting apalagi ketika nama kamu masuk daftar hitam namun tidak merasa memiliki tunggakan.

Memeriksa Offline

Sesudah mengenal apa itu BI Checking kita akan lebih mudah mendapatkan informasi mengenai data riwayat peminjaman selama ini. Memang dalam prosesnya kamu akan dibantu langsung oleh petugas ditempat sehingga dapat menanyakan apabila terjadi kebingungan.

Selian itu saat ini kebanyakan kota juga sudah ada kantor OJK sehingga mudah untuk diakses. Apabila kamu ingin mendapatkan dokumen BI Checking secara offline maka datangi kantor OJK dengan prosedur sebagai berikut.

  • Menyiapkan KTP untuk WNI ataupun Paspor bagi WNA. Khusus kantor pusat membawa SIUM, kartu BPJS dan NPWP.
  • Fotocopy KTP.
  • Khusus badan usaha membawa SIUP ataupun dokumen identitas perusahaan lainnya.
  • Silahkan datangi kantor OJK terdekat.
  • Isikan formulir SLIK sesuai informasi data diri.
  • Serahkan kepada petugas formulirnya.
  • Setelah itu SLIK akan dicetak berisi informasi debitur.

Memeriksa Online

Dengan kemajuan jaman kini kalian juga bisa melakukan BI Checking online menggunakan fasilitas layanan konsumen. Kamu perlu menyiapkan persyaratan secara lengkap kemudian akan ada verifikasi identitas, lebih jelasnya simak dibawah ini.

  • Kunjungi laman konsumen.ojk.go.id
  • Lanjutkan melakukan pengisian formulir serta nomor antriannya.
  • Unggah Foto KTP untuk perseorangan, sedangkan badan usaha upload identitas pengurus, NPWP serta akta pendirian.
  • Konfirmasi captcha dan tekan Kirim
  • Silahkan tunggu email dari OJK berisi pendaftaran antrian.
  • Secara otomatis Otoritas Jasa Keuangan akan melakukan verifikasi, hasil keluar paling lambat 2 hari sebelum tanggal antrian.
  • Berikutnya verifikasi data dilakukan melalui WhatsApp.
  • Kamu wajib menandatangani formulirnya kemudian dikirimkan kembali ke WhatsApp bersamaan foto KTP dan juga selfie KTP.
  • Setelahnya kamu akan menerima hasil SLIK melalui email.

Cara Menjaga BI Checking Agar Tetap Aman

Sebelumnya kami sudah membahas apa itu KUR dalam Bank dimana menggunakan sistem cek dari Bank Indonesia untuk verifikasi nasabahnya. Pada dasarnya memang informasi SLIK hanya dapat dimasukkan oleh lembaga terdaftar di BIK.

Lantas bagaimana supaya data kita aman dari blacklist ataupun daftar hitam? Pastinya dibutuhkan beberapa langkah untuk menjaga debitur dari efek buruk skor credit, apabila kalian bingung maka dapat melakukan beberapa hal dibawah ini.

1. Memantau Pelunasan

Langkah pertama cek apakah KTA, KPT ataupun KKB sudah lunas semua dan tidak sedang dalam proses tertentu. Usahakan ketika masih memiliki tanggungan maka mengambil hutang sesuai kemampuan pembayaran, jangan terlalu besar.

Biasanya pencatatan data BI Checking memang cukup terlambat mengingat harus melalui beberapa langkah dulu. Karena riwayat pembayarannya dicatat telat maka akan membuat skor kamu menurun, untuk menjaganya usahakan selalu bayar tepat waktu.

2. Menyelesaikan Tanggungan Keterlambatan

Kita harus lebih teliti mengecek apakah terkena denda karena telat membayar dari tanggal jatuh tempo. Ketika terjadi telat bayar dalam waktu lama maka bisa jadi kalian akan masuk kedalam blacklist sehingga mengalami kesulitan ketika akan mengajukan.

Mengingat beberapa perusahaan memberikan bunga berjalan maka kerugian akan ada pada diri kamu sendiri karena tagihannya terus bertambah. Jadi selalu usahakan melakukan pelunasan atau kalau bisa tutup saja hutangnya supaya lebih aman.

3. Menghindari Nominal Bayar Minimal

Usahakan selalu membayar semua tagihan secara penuh, jangan sampai menggunakan fasilitas penambahan tempo ataupun membiarkan denda berjalan. Apabila kewajiban kalian belum sepenuhnya selesai maka dipastikan mengalami kesulitan ketika mengajukan lagi.

Jangan lakukan pembayaran cicilannya saja namun mengabaikan denda maupun bunga, selau pastikan semua terlunasi. Hindari juga fasilitas bayar sebagian karena akan merugikan baik dari sisi waktu maupun keuangan kalian.

4. Ketahui Batas Maksimal Debitur

Berikutnya kalian harus memastikan bahwa hutang yang diambil benar benar sesuai dengan kemampuan pembayaran per bulan. Untuk nominal idealnya cicilan perbulan harus senilai 30% penghasilan bulanan sehingga akan sedikit resikonya.

Jangan mengambil utang lebih dari kemampuan kalian, misalnya pendapatan 1 juta namun hutanya 200 juta maka temponya menjadi panjang sehingga penilaian kalian buruk. Penting tahu apa itu BI Checking dan mengikuti aturan didalamnya.

5. Menyimpan Bukti Transaksi

Bisa saja sistem BI Checking mengalami gangguan ataupun tidak sesuai dengan kenyataannya. Oleh karena itu kalian dapat memberikan bukti transaksi ataupun laporan kredit sebagai syarat utama untuk membersihkan catatan riwayat buruk.

Jadi ketika sudah selesai melunasi tagihan maka usahakan jangan membuang struk karena akan berguna nantinya. Bukti transaksinya dapat dijadikan laporan ketika penilaian BI Checking kalian buruk untuk diperbaiki ke kondisi semula.

Cara Membersihkan BI Checking atau iDEB SLIK

Apabila sudah mengerti apa itu sistem ceknya maka kita perlu berhati hari supaya tidak mudah mendapatkan penilaian buruk. Untuk jaman sekarang ketika memperoleh nilai 3 saja sudah susah sehingga perlu berhati hari dan melakukan langkah pencegahan seperti cara diatas.

Pada dasarnya untuk membersihkan BI Checking memang membutuhkan proses cukup lama mengingat data kita tersebar pada berbagai lembaga bersangkutan. Namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan supaya BI Checking penilaiannya bisa kembali seperti semula.

1. Melunasi Tanggungan

Tutup semua utang kalian termasuk bunga, denda maupun biaya layanan pada semua perusahaan terkait supaya meningkatkan penilaian. Perusahaan manapun akan melihat kualitas debitur berdasarkan riwayat keuangannya sehingga usahakan melakukan pelunasan sepenuhnya.

Apalagi untuk debitur masuk daftar hitam dimana gagal bayar ataupun menunggak dalam waktu lama. pastinya kewajiban keuangan harus diselesaikan secepatnya, memang proses membersihkan nama kalian akan memakan waktu cukup lama.

2. Lakukan Komplain ke OJK

Berikutnya ketika semua kewajibkan selesai dilakukan namun tidak ada perubahan maka kamu bisa menghubungi call center OJK di 02129600000. Lebih cepatnya kalian dapat langsung datang ke kantor cabang terdekat untuk mendapatkan surat bebas kewajiban.

Siapkan juga bukti transaksi pelunasan dan juga laporan keuangan kalian untuk lebih menguatkan. Pihak OJK akan melakukan pembersihan nama dimana memakan waktu berbeda beda untuk tiap pelanggan, oleh karena itu harus diurus secepatnya.

3. Menunggu Penghapusan Sistem

Biasanya BI Checking memiliki waktu 24 bulan untuk reset nama blacklist, jadi ketika prosesnya berjalan maka nama kamu bisa kembali aman. Namun syaratnya memang harus melakukan pembayaran semua kewajibkan, apabila tidak maka masih ada blacklist dari beberapa lembaga keuangan.

Pada dasarnya memang dibutuhkan jangka waktu cukup panjang sampai nama kalian terhapus dari daftar hitam. Perlu diketahui selama masuk blacklist maka kita mengalami kesulitan untuk mengajukan utang bahkan kebanyakan ditolak secara langsung.

Kesimpulan

Pastinya setelah tahu apa itu BI Checking diatas kalian akan lebih jelas mengenai cara kerja beberapa lembaga keuangan memberikan layanan credit kepada pelanggannya. Tak heran apabila BI Checking memegang peranan penting karena menentukan layak atau tidaknya debitur memperoleh dana utang.

Di Indonesia memang sistem BI Checking sudah berjalan cukup baik terutama pada industri fintech dimana membuatnya semakin terintegrasi. Kita perlu mendapatkan penilaian terbaik supaya fasilitas akan lebih dimudahkan dan juga tidak mengalami hambatan.

Pentingnya memahami apa itu BI Checking membuat sebagian orang lebih waspada untuk memanfaatkan pelayanan credit maupun pinjaman dari berbagai perusahaan. Dengan mempertahankan penilaian terbaik maka semakin mudah dalam proses pencairan dana nantinya.

Cara paling mudah mendapatkan skor BI Checking terbaik adalah memenuhi kewajiban dengan membayar semkua utang kita. Sekian penjelasan dari rkonline.id, semoga kalian bisa lebih paham apa itu BI Checking kemudian cara kerjanya.

Laksono

Seorang Karyawan Bank di Salah Satu Bank Swasta Ternama di Indonesia. Dan Sekarang Sedang Melanjutkan Kuliah Magister di Perguruan Tinggi Swasta. Selain Aktif Menjadi Penulis di RKOnline.id, Saya Juga Sering Posting di Beberapa Forum Perbankan Terkenal di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *